Diary: Menemukan Buku Catatan Lama dan Tulisan Tangan yang Mulai Asing
Hari ini toko agak sepi. Daripada hanya melamun menatap layar laptop, aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sudah lama tertunda: membereskan laci meja paling bawah. Laci "kuburan" tempat barang-barang yang tidak lagi dipakai, tapi terlalu sayang untuk dibuang. "Mesin bisa mengetik sempurna, tapi hanya tangan yang bisa merekam denyut nadi. 🖋️" Di sudut paling dalam, tertimbun di bawah kabel charger lama dan bon belanja yang sudah pudar, aku menemukannya. Sebuah buku catatan bersampul kulit sintetis yang sudah mengelupas. Aku membukanya. Dan tiba-tiba, aku terdiam. Siapa Orang yang Menulis Ini? Halaman pertama dipenuhi oleh tulisan tangan. Tinta pulpen biru yang sudah mulai memudar, dengan lekukan dan tarikan garis yang terasa... asing. Aku menyipitkan mata, mencoba mengenali. Ini tulisanku? Bentuk hurufnya lebih bulat, lebih terburu-buru, dan ada banyak coretan kasar di sana-sini saat aku salah mengeja. Ada noda tinta yang meluber di sudut halaman, mungkin kar...