Langsung ke konten utama

Diary Subuh Masih Gelap di Manyar Gresik: Pelanggan Pertama Angkat Kaki Jam 05.00

Subuh masih gelap, jam 04.55, langit Manyar Gresik masih hitam, adzan subuh baru selesai. Lampu LED Philips 18 watt di warung saya sudah nyala duluan. Saya buka rolling door, udara dingin masuk, suara jangkrik masih ada. Laptop Toshiba Satellite L755 yang diganjal tutup botol Aqua masih tutup, belum sempat panas.

Diary subuh masih gelap di Manyar Gresik warung buka jam 05.00 pelanggan angkat kaki

  • Subuh masih gelap, pelanggan pertama sudah angkat kaki. Warung Manyar buka jam 05.00.

Jam 05.00 pas, pelanggan pertama datang. Pak Slamet tukang bangunan proyek Manyar, helm masih di tangan, sepatu boot lumpur. "Cak, kopi hitam pahit siji, sing panas pol, arep ngecor." Saya buatin, kopi tubruk hitam tanpa gula, plastik kecil diikat. Dia seruput di depan warung sambil lihat langit gelap.

Barusan pelanggan angkat kaki, jam 05.12, motornya ngeng... hilang di tikungan gang, lampu motornya jadi satu-satunya cahaya di jalan Manyar yang masih gelap. Saya bengong sendiri, warung sepi lagi. Manyar Gresik is Yes lah, meski di desa hehe, subuh sudah ada yang kerja.

Diary subuh ini tak tulis mumpung sepi, sebelum jam 6 pagi rombongan tukang lain datang beli kopi hitam pahit. Tadi siang cuma laku es teh 2 plastik dan kopi panas 4 gelas jelang bedug, tapi subuh ini sudah laku 1 gelas, Alhamdulillah. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran.

Nikmatnya Buka Warung Pas Subuh Masih Gelap

1. Subuh Adalah Cagak Urip Warung. 

Banyak orang bilang buka warung jam 05.00 itu rugi, masih gelap, siapa yang beli? Salah, Boz. Subuh itu cagak urip, tiang hidup warung. Tukang bangunan, sopir truk, ibu-ibu mau masak, semua cari warung yang sudah buka. Pelanggan pertama jam 05.00 itu yang bikin rezeki seharian lancar. Kalau telat buka jam 06.00, mereka sudah beli di Toko Kito.

2. Pelanggan Angkat Kaki Bawa Doa. 

Setiap pelanggan angkat kaki, dia bawa doa. Pak Slamet tadi pas angkat kaki bilang, "Matur suwun Cak, mugo laris." Doa tukang yang mau ngecor subuh-subuh itu mustajab, Boz. Warung kecil buka jam 05.00-22.00 ini hidup dari doa pelanggan yang angkat kaki satu per satu.

3. Gelapnya Subuh Bikin Hati Terang.

Subuh masih gelap itu syahdu, Boz. Tidak ada suara motor banyak, cuma suara adzan sisa dan kopi yang diseduh. Di saat itulah saya ingat, warung ini bukan cuma jualan, tapi tempat singgah. Gedhogan itu omahe jaran, warung itu omahe orang yang butuh kopi subuh. Mbah Kromo 78 tahun mantan malang (polisi desa zaman dulu) bilang, "Le, wong buka subuh iku wong sing dipercoyo urip."

Penutup

Jam 05.30, langit mulai biru sedikit. Pelanggan kedua belum datang. Saya duduk di kursi plastik, kopi sisa Pak Slamet masih anget. Barusan pelanggan angkat kaki, tapi ceritanya masih di sini.

Diary subuh masih gelap ini tak tutup dulu, mau siap-siap buat rombongan jam 6 pagi. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran. Manyar Gresik is Yes lah! Sampai jumpa di diary siang nanti.

Disclaimer Toko Manyar Gresik - Warung Kito: Saya hanya penjaga warung kelontong di Manyar Gresik buka jam 05.00-22.00 lampu LED Philips 18 watt, hanya share diary saja berharap amal jariyah. Diary subuh masih gelap ini ada campur tangan AI untuk merangkai kata, sudah saya cek dan edit sendiri. Cerita pelanggan angkat kaki jam 05.00 adalah kisah nyata warung. Tujuannya berbagi cerita desa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diary Warung Sepi: Ketika Dagangan Tak Banyak Dibeli, Tapi Hidup Harus Tetap Jalan

Diary: Menemukan Buku Catatan Lama dan Tulisan Tangan yang Mulai Asing

Pengaturan Kipas Angin Dinding untuk Warkop Sederhana — Sejuk, Hemat Listrik, Tahan Lama, dan Tidak Mengganggu Tamu

Marwan, Teman Masa Kecilku Pindah Rumah

Hari Ini Aku Tidak Produktif, dan Tidak Apa-Apa

------- =======