Langsung ke konten utama

Diary Malam: Es Teh 4 Ribu di Warungku, Untung Tipis Tapi Doanya Tebal

Malam ini jam 20.12, warung sudah mau tutup, bosku. Lampu neon kedip-kedip, nyamuk mulai datang, jalan depan sudah sepi.

Di meja, sisa es batu setengah ember, teh di teko masih setengah, gula sudah habis 1 kilo hari ini. Hari ini aku jual es teh 27 plastik, harga 4 ribu.

diary malam toko es teh 4 ribu di warung kecil Gresik hikmah jualan murah

Es teh 4 ribu di warung kecil bukan soal untung, tapi soal memberi dahaga 
untuk tukang, kuli, dan anak sekolah yang lewat.

Banyak yang bilang, "Cak, es teh 4 ribu itu kemurahan, naikkan jadi 5 ribu lah, sekarang semua 5 ribu."

Aku tidak mau, bosku. Biar 4 ribu saja.

Kenapa Es Teh 4 Ribu Tidak Aku Naikkan?

Jam 2 siang tadi, panas Gresik 34 derajat, tukang bangunan langgananku, namanya Pak Kasan, datang. Bajunya basah keringat, helm kuning di tangan, muka debu semen.

"Cak, es teh satu, yang manis ya, haus banget."

Aku bikinin, es batu banyak, teh kental, gula 2 sendok. Dia minum di depan warung, teguk pertama langsung "Ahh...".

Bayar 4 ribu, dia senyum, "Alhamdulillah, segar, Cak, kalau 5 ribu aku mikir dua kali beli, uangku pas buat beli beras."

Disitu aku paham, bosku. Es teh 4 ribu itu bukan soal untung, tapi soal dahaga.

Kalau aku naikkan jadi 5 ribu, untungku tambah 27 ribu hari ini (27 plastik x 1000). Tapi Pak Kasan mungkin tidak jadi beli, dia tahan haus sampai rumah. Anak sekolah SD yang uang jajannya 5 ribu, kalau es teh 5 ribu, dia tidak bisa beli gorengan.

Es teh 4 ribu itu memberi ruang untuk orang susah tetap bisa minum segar.

Hitungan Warung: Untung Es Teh 4 Ribu Berapa Sih?

Aku hitung jujur ya, bosku, biar tidak dikira bohong:

  • Teh 1 teko besar (bisa 30 plastik): teh celup 2 ribu + gula 1/4 kg 4 ribu + plastik dan sedotan 3 ribu + es batu 5 ribu = total modal 14 ribu.
  • Jadi 30 plastik x 4 ribu = 120 ribu.
  • Untung kotor: 120 ribu - 14 ribu = 106 ribu.
  • Untung bersih sehari kalau laku 27 plastik: sekitar 90 ribu.

90 ribu tidak banyak, bosku. Tapi 90 ribu dari es teh itu berkahnya beda. Karena yang beli itu tukang, kuli, kenek, anak sekolah, ibu-ibu habis dari sawah.

Mereka minum sambil doa, "Segar, Cak, semoga laris warungnya." Doa itu yang mahal, tidak bisa dibeli dengan 1000 rupiah kenaikan harga.

Diary Es Teh Malam Ini: 3 Orang yang Beli Es Teh 4 Ribu

1. Pak Kasan, Tukang Batu, Jam 14.00:
Beli es teh 4 ribu, minum sambil duduk di kursi plastik biru, cerita tadi pasang bata 2 meter miring dimarahi mandor. Es teh 4 ribu bikin dia lupa marahnya mandor 10 menit.

2. Dinda, Anak Kelas 5 SD, Jam 15.30:
Pulang sekolah, uang jajan sisa 4 ribu, beli es teh. Tidak minta es banyak, katanya "Cak, esnya sedikit saja, biar tehnya banyak." Aku kasih es banyak, gratis. Dia senyum lari pulang.

3. Mbak Siti, Jualan Jamu Gendong, Jam 16.45:
Habis keliling kampung jamu tidak habis, haus, beli es teh 4 ribu. Duduk di depan warung, curhat jamu sepi hari ini. Aku bilang, "Sama, Mbak, warungku juga sepi, tapi es teh kita habis, alhamdulillah." Kami tertawa bareng.

Tiga orang, tiga cerita, satu harga: 4 ribu.

Es Teh 4 Ribu Adalah Sedekah yang Tidak Terlihat

Dalam Islam, sedekah tidak harus uang banyak. Memberi minum orang haus itu sedekah besar.

Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah yang paling utama adalah memberi air minum." (HR. Ahmad)

Aku tidak bisa sedekah uang banyak, bosku. Warungku kecil. Tapi aku bisa sedekah lewat es teh 4 ribu. Aku tidak naikkan harga, aku kasih es banyak, aku kasih manis yang pas, itu sedekahku.

Mungkin es teh 4 ribu ini yang nanti jadi saksi di akhirat, "Ya Allah, hamba pernah memberi minum tukang yang haus 4 ribu."

Penutup Diary Malam Jam 20.34

Malam ini ember es sudah aku cuci, teko teh sudah aku bilas, meja sudah aku lap.

Sisa 3 plastik es teh tidak habis, aku masukkan kulkas, buat aku minum nanti sahur, sambil nulis diary ini.

Warung kecilku tidak pernah mahal, bosku. Gula 14 ribu, beras 12 ribu, es teh 4 ribu. Biar untung tipis, asal tetangga masih bisa beli.

Kalau besok kamu lewat Gresik, mampir warungku, beli es teh 4 ribu. Tidak usah bayar 5 ribu, 4 ribu saja. Duduk di kursi plastik biru, cerita sepi ramainya hari ini.

Es teh 4 ribu, dahagamu hilang, doamu untuk warungku yang mahal.

Disclaimer Diary

Artikel ini adalah diary malam penjaga warung kelontong di Gresik tentang jualan es teh 4 ribu. Hitungan modal dan untung adalah pengalaman pribadi tahun 2026, bisa berbeda di daerah lain. Harga es teh 4 ribu adalah pilihan pribadi untuk tetap murah, bukan patokan harga. Penulis adalah penjaga warung, bukan pengusaha besar. Tulisan ini adalah kisah harian, bukan promosi. Semoga warung kecil kita semua laris dan berkah.

Kamus Kecil

1. Es Teh 4 Ribu: Es teh plastik jualan warung kecil harga 4 ribu, murah tapi segar.
2. Kursi Plastik Biru: Saksi bisu pembeli es teh, tempat curhat tukang dan anak sekolah.
3. Untung Tipis Doa Tebal: Prinsip warung kecil, untung sedikit tapi doa pembeli banyak.
4. Sedekah Air: Sedekah paling utama memberi minum orang haus.
5. Warung Kecil: Warung kelontong kampung yang harga tidak pernah mahal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diary Warung Sepi: Ketika Dagangan Tak Banyak Dibeli, Tapi Hidup Harus Tetap Jalan

Diary: Menemukan Buku Catatan Lama dan Tulisan Tangan yang Mulai Asing

Pengaturan Kipas Angin Dinding untuk Warkop Sederhana — Sejuk, Hemat Listrik, Tahan Lama, dan Tidak Mengganggu Tamu

Marwan, Teman Masa Kecilku Pindah Rumah

Hari Ini Aku Tidak Produktif, dan Tidak Apa-Apa

------- =======