Hari ini matahari seakan tak ingin beranjak. Udara terasa
hangat, menyelimuti setiap sudut dengan kehangatan yang lembut namun menyentuh
kulit. Panas menyapa perlahan, bukan membakar, melainkan memeluk bumi dengan
tenang, seolah ingin memastikan setiap jiwa merasa kehadirannya.
|
Lalu datanglah angin. Berhembus pelan, sangat pelan — seakan
berjalan berjinjit agar tak mengganggu kesunyian sore. Ia menyapu wajah dengan
sejuk yang lembut, membelai rambut yang tergerai, dan membawa aroma tanah yang
hangat serta bunga yang mekar dengan tenang. Angin itu tak bergejolak, tak
berburu-buru. Ia hanya lewat perlahan, menyisakan rasa nyaman di sela hangatnya
udara.
Panas dan angin seakan saling berbisik. Satu memberi
kehangatan, satu lagi menyejukkan dengan lembut. Dua hal yang berbeda, namun
berpadu begitu indah. Duduk diam di sini, merasakan panas yang menyapa dan
angin yang berhembus pelan, aku merasa damai. Seperti waktu yang ikut melambat,
membiarkan aku menikmati setiap detiknya, tanpa terburu-buru, tanpa beban.
Angin terus berhembus pelan, membawa harapan yang sederhana:
semoga sore yang hangat ini, dengan hembusan napas alam yang lembut, membawa
ketenangan yang abadi di hati.
Komentar
Posting Komentar